Tampilkan postingan dengan label cpns riau. Tampilkan semua postingan

Dalam rangka mencukupkan meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat, Pemko Pekanbaru mengajukan penerimaan 170 CPNS bidang kesehatan.
Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru kekurangan dokter umum apalagi dokter spesialis dimana hingga saat ini Pemko hanya mempunyai tiga dokter spesialis bahkan dari ketiga dokter tersebut ada yang mengundurkan diri sebagai pegawai tetap Dinas Ksehatan (Diskes). Sehingga untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis Pemko menyewa dengan bayaran pdua jamnya Rp 500 ribu ribu, hal itupun dinilai belum efesien.
Kepala Diskes Kota Pekanbaru Dahril Darwis, Rabu (25/5/13) mengatakan kepada riauterkini, “ Saat ini kita tetap kekurangan dokter terutama dokter spesialis, setiap tahunya kita terus menyediakan formasi untuk dokter spesialis, namun tidak pernah diminati. Untuk saat ini dokter umum kita masih kekurangan sekitar 15 dokter, dan seratus lebih tenaga kesehatan untuk itu kita mengusulakan 170 formasi tenaga kesehatan, khusus untuk dokter 20 formasi “ jelas Dahril.
Lebih lanjut lagi Dahril menjelaskan, dari 170 formasi yang diajukan, masih menunggu persetujuan dari pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Namun dirinya tetap berharap pengajuan formasi tersebut disetujui, “ Kita sangat berharap pengajuan 170 formasi untuk tenaga kesehatan, dapat disetujui sebab hal ini untuk menunjang peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Saat ini disetiap Puskesmas kita masih kekurangan dokter, seharusnya setiap Puskesmas rawat inap kita mempunyai enam dokter umum, namun sekarang masih tiga dokter yang ada, apalagi untuk dokter spesialis kita masih sangat minim “ ujarnya.
Dahril berharap Pemko kedepan mempunyai solusi, agar tenaga dokter spesialis, berminat untuk mengabdi di Pemko, entah dengan cara memberikan gaji atau tunjangan yang sesuai dengan profesinya. Sementara dokter spesialis yang sangat dibutuhkan Pemko yakni dokter spesialis dalam, dan anak.***(yunk)-riau terkini

Rencana penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini, termasuk di lingkungan Pemko Pekanbaru masih belum direspon pemerintah pusat. Meski telah menyerahkan formatur awal tahun, sampai saat ini belum dijawab Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan).
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota (Plt Sekdako) Pekanbaru, Sukri Harto menjelaskan terkait hal ini ketika dijumpai di Kantor Wali Kota Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (22/5/2013).
Menurutnya Pemko telah menyampaikan usulan formatur CPNS ke pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenpan awal tahun lalu. "Tapi sampai saat ini belum dijawab berapa jatah CPNS yang bisa kita terima untuk Pekanbaru," jelas Sukri.
Penerimaan CPNS tahun ini juga sesuai program nasional dimana tahun ini rencananya akan diterima sebanyak 60.000 orang CPNS.
Bila memang ada penambahan PNS di Pekanbaru, Sukri mengatakan anggaran Pemko masih bisa menanggung biaya tersebut. Hal ini karena biaya gaji PNS masuk kedalam anggaran belanja modal APBD sebesar 54 persen per tahunnya.

Rencana penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini, termasuk di lingkungan Pemko Pekanbaru masih belum direspon pemerintah pusat. Meski telah menyerahkan formatur awal tahun, sampai saat ini belum dijawab Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan).
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota (Plt Sekdako) Pekanbaru, Sukri Harto menjelaskan terkait hal ini ketika dijumpai di Kantor Wali Kota Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (22/5/2013).
Menurutnya Pemko telah menyampaikan usulan formatur CPNS ke pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenpan awal tahun lalu. "Tapi sampai saat ini belum dijawab berapa jatah CPNS yang bisa kita terima untuk Pekanbaru," jelas Sukri.
Penerimaan CPNS tahun ini juga sesuai program nasional dimana tahun ini rencananya akan diterima sebanyak 60.000 orang CPNS.
Bila memang ada penambahan PNS di Pekanbaru, Sukri mengatakan anggaran Pemko masih bisa menanggung biaya tersebut. Hal ini karena biaya gaji PNS masuk kedalam anggaran belanja modal APBD sebesar 54 persen per tahunnya.

Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru dipastikan sangat transparan. Pasalnya, sistem yang dipakai kali ini sangat berbeda dari seleksi-seleksi yang pernah dilakukan sebelumnya. Rencanannya persyaratan akan diumumkan 16 September mendatang. ''Kita tidak ragu dengan transparansi seleksi CPNS kali ini. Karena sistem yang dipakai sudah sangat baik,'' ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Hermanius kepada Tribun, Senin (9/9/2013). Menurutnya, seleksi CPNS kali ini akan menggunakan sistem bernama Computer Assisting Test (CAT) yang transparansinya tak diragukan lagi.Sistem CAT ini mewajibkan peserta menjalani tes secara komputerisasi. Setelah menjawab semua pertanyaan yang diajukan dalam komputer yang terkoneksi ke internet, peserta bisa langsung mengetahui berapa poin yang ia raih. Termasuk mengetahui apakah ia lulus atau tidak. "Karena itu tidak mungkin ada permainan," ungkap dia. Tidak hanya itu, Pemko juga tak merasa ragu karena nantinya soal tes terdiri atas beberapa paket. Masing-masing paket soalnya berbeda-beda. Dengan cara ini, antara peserta satu dengan lainnya dalam satu ruangan tidak akan menerima soal yang sama. Artinya tidak ada ruang untuk bekerjasama. Ditambahkan Hermanius, saat ini pihaknya tinggal menunggu kejelasan kualifikasi dan formasi CPNS yang akan diterima. Namun, dari informasi awal yang diterima, seleksi CPNS akan terbuka bagi formasi guru dengan jumlah 30 orang. Direncanakan, tanggal 16 September mendatang penerimaan CPNS ini sudah diumumkan. ''Biasanya sampai 14 hari kerja,'' ujar dia. Kemungkinan, minggu keempat bulan September akan dilakukan seleksi yang dipusatkan di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN).Terkait jumlah hari pelaksanaan tes, Hermanius menekankan akan disesuaikan dengan banyaknya pelamar. Jika jumlah pelamar banyak, jumlah hari pelaksanaan seleksi bisa lebih dari satu hari. "Kita lihat saja nanti berapa banyak yang melamar," katanya - See more at: http://www.goriau.com/berita/pekanbaru/ini-jadwal-penerimaan-cpns-pekanbaru.html#sthash.wBs5SOEM.dpuf

Pemko Pekanbaru kemungkinan stop melakukan perekrutan Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS). Pasalnya, sesuai dengan pernyataan Menpan RB bahwa daerah yang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 50 persen ke atas untuk belanja pegawai dilarang melakukan perekrutan CPNS lagi.
Sementara Pemko Pekanbaru diketahui hampir 70 persen dari APBD setiap tahunnya habis hanya untuk pembayaran gaji PNS tanpa tenaga honorer dan lainnya. Akibatnya, anggaran yang diperuntukkan program berkurang sangat jauh dan Satker tidak optimal dalam melaksanakan kegiatan.
‘’Saya akan panggil Kabag Keuangan Pemko Pekanbaru untuk mengetahui kondisi keuangan dan pos pembayaran gaji pegawai berapa persen dari total APBD Pekanbaru. Jika memang lebih dari 50 persen tentu menjadi bahan pertimbangan kita untuk tidak lagi merekrut PNS,’’ terang Sekko Pekanbaru, HM Wardan kepada Riau Pos (Group JPNN) kemarin di Pekanbaru.
Satu bulannya Pemko harus membayarkan gaji 1202 PNS yang ada di lingkungkan Pemko Pekanbaru yang berasal dari APBD. Dengan kondisi tersebut, bisa dikatakan penyerapan APBD Pemko untuk gaji masih termasuk tinggi.
Melihat kondisi ini, pertimbangan untuk tidak merekrut CPNS lagi kemungkinan menjadi solusi minimnya anggaran Pemko Pekanbaru. Meski hal tersebut dipertimbangkan, Wardan juga menyatakan tidak akan mengganggu karena saat ini masih dalam kondisi moratorium PNS hingga Desember 2013 akan datang.
“Soal itu semua masih kita sebatas mengetahui. Soalnya, pelarangan yang berupa surat atau pemberitahuan dari pusat belum kita terima. Namun belanja untuk PNS ini tetap menjadi prioritas kita menjaga akuntabilitas anggaran yang kita miliki,’’ terangnya. Ref:eko/jpnn

Pemko Pekanbaru kemungkinan stop melakukan perekrutan Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS). Pasalnya, sesuai dengan pernyataan Menpan RB bahwa daerah yang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 50 persen ke atas untuk belanja pegawai dilarang melakukan perekrutan CPNS lagi.
Sementara Pemko Pekanbaru diketahui hampir 70 persen dari APBD setiap tahunnya habis hanya untuk pembayaran gaji PNS tanpa tenaga honorer dan lainnya. Akibatnya, anggaran yang diperuntukkan program berkurang sangat jauh dan Satker tidak optimal dalam melaksanakan kegiatan.
‘’Saya akan panggil Kabag Keuangan Pemko Pekanbaru untuk mengetahui kondisi keuangan dan pos pembayaran gaji pegawai berapa persen dari total APBD Pekanbaru. Jika memang lebih dari 50 persen tentu menjadi bahan pertimbangan kita untuk tidak lagi merekrut PNS,’’ terang Sekko Pekanbaru, HM Wardan kepada Riau Pos (Group JPNN) kemarin di Pekanbaru.
Satu bulannya Pemko harus membayarkan gaji 1002 PNS yang ada di lingkungkan Pemko Pekanbaru yang berasal dari APBD. Dengan kondisi tersebut, bisa dikatakan penyerapan APBD Pemko untuk gaji masih termasuk tinggi.
Melihat kondisi ini, pertimbangan untuk tidak merekrut CPNS lagi kemungkinan menjadi solusi minimnya anggaran Pemko Pekanbaru. Meski hal tersebut dipertimbangkan, Wardan juga menyatakan tidak akan mengganggu karena saat ini masih dalam kondisi moratorium PNS hingga Desember 2012 akan datang.
“Soal itu semua masih kita sebatas mengetahui. Soalnya, pelarangan yang berupa surat atau pemberitahuan dari pusat belum kita terima. Namun belanja untuk PNS ini tetap menjadi prioritas kita menjaga akuntabilitas anggaran yang kita miliki,’’ terangnya. Ref:eko/jpnn

Sejauh ini belum ada kepastian apakah Pemko Pekanbaru melakukan penerimaan CPNS 2013. Meskipun sudah mengajukan, namun keputusannya tergantung pusat.
Riauterkini-PEKANBARU-Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah mengajukan berkas penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 kepada pemerintah pusat beberapa bulan yang lalu. Namun, pihak Pemko sampai sekarang belum dapat memastikan apakah penerimaan CPNS tahun 2013 dapat dilakukan atau tidak.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Hermanius, Senin (7/1/13) di kantor Walikota Pekanbaru. Realisi usulan tersebut masih menunggu persetujuan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) dan juga penilaian Menteri Keuangan (Menkeu) atas keuangan Kota Pekanbaru.
“Sampai saat ini belum ada yang dapat memastikan apakah Pemerintah Pekanbaru dapat melakukan penerimaan CPNS tahun 2013 atau tidak. Sekarangkan belum ada hasil penilaian dari Menkeu, apakah di atau di bawah atas 50 persen biaya publik,” jealasnya.
Dijelaskanya, Penerimaan CPNS baru dapat dilakukan jika memenuhi syarat-syarat rasio belanja pegawai terhadap besarnya APBD 2013. Penerimaan CPNS baru dapat dilakukan jika rasio belanja pegawai terhadap total belanja daerah di APBD dibawah angka 50 persen,sebaliknya jika rasio lebih dari 50 persen maka Pekanbaru tidak berwenang untuk melakukan penerimaan CPNS.
“Siapa yang bilang kita dibawah 50 persen, ini kita masih menunggu dari Menkeu. Jadi kita bisa atau tidak melakukan penerimaan CPNS 2013 masih belum dapat putusan. Menunggu dari Menkeu,” tegas Hermanius.
Untuk kebutuhan CPNS pada tahun 2013 sendiri, menurut Hermanius, yang banyak dibutuhkan adalah tenaga teknis guru dan kesehatan. Sebaliknya, kebutuhan untuk tenaga struktural jumlahnya cukup kecil. (Ref:Riauterkini)

Kami memberikan Informasi tentang Formasi CPNS Pekanbaru. sangat penting buat anda

Pengajuan formasi CPNS 2013 tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Kota (Setko) Yusman Amin, Kamis (25/5/12) saat menjawab pertanyaan dari wartawan, “ Memang benar kita sudah mengajukan formasi CPNS 2012 kepusat, namun sejauh ini kita belum bisa memastikan berapa jumlah yang disepakati. Namun kita tetap berharap formasi yang ditentukan pusat, hendaknya sesuai dengan kapasitas kebutuhan kita, apalagi kalau saya lihat dilingkungan Pemko ini setiap tahunya rumayan banyak pegawai yang pensiun lebih dari seratus. Contohnya saja saya tahun ini juga sudah pensiun, ini hari terakhir saya bekerja menjabat sebagai Setko, “ jelasnya.
Sementara itu Kepala BKD Kota Pekanbaru, Hermanius mengatakan, “ Penerimaan CPNS untuk Kota Pekanbaru 2012 belum bisa kita ketahui kapan rencana diumumkan. Namun, usulan formasi CPNS 2012 sebanyak 906, sudah kita kirim ke Pusat. Kita masih menunggu keputusan resmi dari pusat, seperti tahun lalu formasi yang paling banyak masih pada tenaga guru, karena yang sering mengalami pensiun memang dari tenaga pendidik. Selain itu juga kita berharap Menpan mengabulkan permohonan pengajuan penambahan personil Satpol PP, yang juga sudah kita usulkan “ terangnya.
Dari 906 formasi yang diusulkan, masing-masing dengan klasifikasi untuk tenaga guru sebanyak 548, tenaga kesehatan sebanyak 129, dan tenaga tehnis sebanyak 229. Sementara itu jumlah pegawai Pemko yang pensiun untuk tahun ini sebanyak 203 PNS, lebih banyak bila dibandingkan dengan tahun 2012 lalu, yang berjumlah 181 pegawai yang pensiun.***(yunk)-riau terkini

Kami memberikan Informasi tentang Formasi CPNS Pekanbaru. sangat penting buat anda

Pengajuan formasi CPNS 2013 tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Kota (Setko) Yusman Amin, Kamis (25/5/11) saat menjawab pertanyaan dari wartawan, “ Memang benar kita sudah mengajukan formasi CPNS 2011 kepusat, namun sejauh ini kita belum bisa memastikan berapa jumlah yang disepakati. Namun kita tetap berharap formasi yang ditentukan pusat, hendaknya sesuai dengan kapasitas kebutuhan kita, apalagi kalau saya lihat dilingkungan Pemko ini setiap tahunya rumayan banyak pegawai yang pensiun lebih dari seratus. Contohnya saja saya tahun ini juga sudah pensiun, ini hari terakhir saya bekerja menjabat sebagai Setko, “ jelasnya.
Sementara itu Kepala BKD Kota Pekanbaru, Hermanius mengatakan, “ Penerimaan CPNS untuk Kota Pekanbaru 2011 belum bisa kita ketahui kapan rencana diumumkan. Namun, usulan formasi CPNS 2011 sebanyak 906, sudah kita kirim ke Pusat. Kita masih menunggu keputusan resmi dari pusat, seperti tahun lalu formasi yang paling banyak masih pada tenaga guru, karena yang sering mengalami pensiun memang dari tenaga pendidik. Selain itu juga kita berharap Menpan mengabulkan permohonan pengajuan penambahan personil Satpol PP, yang juga sudah kita usulkan “ terangnya.
Dari 906 formasi yang diusulkan, masing-masing dengan klasifikasi untuk tenaga guru sebanyak 548, tenaga kesehatan sebanyak 129, dan tenaga tehnis sebanyak 229. Sementara itu jumlah pegawai Pemko yang pensiun untuk tahun ini sebanyak 203 PNS, lebih banyak bila dibandingkan dengan tahun 2010 lalu, yang berjumlah 181 pegawai yang pensiun.***(yunk)-riau terkini

Walau Pemko Pekanbaru mendapat alokasi penerimaan CPNS tahun ini, namun dengan jumlah 30 orang rasanya akan menjadi ketat persaingannya. Pemerintah kota Pekanbaru hanya kebagian kuota sebanyak 30 orang dari jalur umum untuk tahun ini. Dikatakan Sekda Kota Pekanbaru, M. Syukri Harto “untuk Kota Pekanbaru, kuota yang diberikan hanya khusus untuk tenaga guru sedangkan lowongan untuk tenaga teknis dan tenaga kesehatan sama sekali belum ada”, ujarnya.
Pemerintah kota Pekanbaru bukan tidak ada mengajukan usulan kebutuhan CPNS ke Pusat sesuai dengan analisa jabatan dan beban kerja namun dari pusat hanya dapat mengabulkan 30 saja. Tidak hanya Pekanbaru yang harus merelakan hal ini, karena ada juga beberapa kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Riau yang bernasib sama.
Pengabulan kuota yang sedikit ini juga diamini kepala BKD Kota Pekanbaru, Hermanius. Dikatakannya, sedikitnya kuota yang dikabulkan dari jalur umum dikarenakan pihak pusat masih dalam tahapan proses untuk pengangkatan tenaga honorer K2. BKD sebenarnya mengusulkan tambahan kuota untuk tahun ini sebanyak 250-300 orang baik dari tenaga guru, teknis dan juga kesehatan

Seperti dikutip dari situs resmi Pemko Pekanbaru, terkait info penerimaan CPNS Pemko Pekanbaru tahun 2013 saat ini telah mulai dipersiapkan usulan formasinya. Plt Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru H Yuzamri Yakub mengatakan akan menyiapkan usulan Penerimaan CPNS Pemko Pekanbaru 2013. Direncanakan usulan Penerimaan CPNS Pemko Pekanbaru 2013 akan disampaikan sesuai kebutuhan PNS di lingkungan Pemko Pekanbaru.

Hal itu disampaikan Yuzamri mengingat pemerintah pusat telah memberikan sinyal seleksi penerimaan CPNS tahun 2013 sudah bisa dilaksanakan untuk kabupaten/kota termasuk pemko Pekanbaru.

"Kita akan siapkan usulan untuk perekrutan tahun depan, usulan akan kita sampaikan karena memang Pemko Pekanbaru tahun depan akan banyak kehilangan PNS yang memasuki usia pensiun" ungkapnya seperti dilansir Riaupos, Selasa (12/9).

Untuk formasi Penerimaan CPNS Pemko Pekanbaru 2013 yang dinilai paling banyak akan direkrut adalah formasi CPNS tenaga pendidik dan formasi CPNS tenaga kesehatan serta tenaga teknis lainnya seperti teknisi komputer dan listrik, terutama di kelurahan sebagai kantor pelayanan publik.

Bagi calon pelamar CPNS 2013 diharapkan melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi ujian CPNS 2013 nanti. Karena seperti tahun 2013 yang lalu yang terbukti sukses, penerimaan CPNS 2013 akan dilakukan dengan murni dan trasparan dimana sepenuhnya ditangani pemerintah pusat bekerjasama dengan konsorsium perguruan tinggi.
Jadi jika ingin lulus CPNS satu-satunya cara adalah dengan belajar dan melakukan persiapan mantap.

Seperti dikutip dari situs resmi Pemko Pekanbaru, terkait info penerimaan CPNS Pemko Pekanbaru tahun 2013 saat ini telah mulai dipersiapkan usulan formasinya. Plt Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru H Yuzamri Yakub mengatakan akan menyiapkan usulan Penerimaan CPNS Pemko Pekanbaru 2013. Direncanakan usulan Penerimaan CPNS Pemko Pekanbaru 2013 akan disampaikan sesuai kebutuhan PNS di lingkungan Pemko Pekanbaru.

Hal itu disampaikan Yuzamri mengingat pemerintah pusat telah memberikan sinyal seleksi penerimaan CPNS tahun 2013 sudah bisa dilaksanakan untuk kabupaten/kota termasuk pemko Pekanbaru.

"Kita akan siapkan usulan untuk perekrutan tahun depan, usulan akan kita sampaikan karena memang Pemko Pekanbaru tahun depan akan banyak kehilangan PNS yang memasuki usia pensiun" ungkapnya seperti dilansir Riaupos, Selasa (11/9).

Untuk formasi Penerimaan CPNS Pemko Pekanbaru 2013 yang dinilai paling banyak akan direkrut adalah formasi CPNS tenaga pendidik dan formasi CPNS tenaga kesehatan serta tenaga teknis lainnya seperti teknisi komputer dan listrik, terutama di kelurahan sebagai kantor pelayanan publik.

Bagi calon pelamar CPNS 2013 diharapkan melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi ujian CPNS 2013 nanti. Karena seperti tahun 2012 yang lalu yang terbukti sukses, penerimaan CPNS 2013 akan dilakukan dengan murni dan trasparan dimana sepenuhnya ditangani pemerintah pusat bekerjasama dengan konsorsium perguruan tinggi.
Jadi jika ingin lulus CPNS satu-satunya cara adalah dengan belajar dan melakukan persiapan mantap.

Formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur umum tahun 2013, sudah turun ke Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB). Sayangnya, Pekanbaru hanya kebagian satu formasi yakni untuk guru kelas, dengan jumlah yang akan diterima sebanyak 30 orang.

Kepala BKD Pekanbaru, Hermanius kepada Tribun menyebutkan, Pemko Pekanbaru sudah mengajukan kebutuhan pegawai berdasarkan analisa beban kerja ke Kemenpan dan RB tahun 2013 lalu. Kebutuhan yang diajukan lebih dari 500 orang, karena banyaknya pegawai yang pensiun di tahun 2013.

"Kebutuhan yang diajukan itu ada untuk formasi bidan, dokter, perawat, guru, dan tenaga teknis. Namun, setelah formasi dari Kemenpan dan RB kami terima, ternyata yang dikabulkan hanya satu formasi yakni untuk guru kelas SD. Jumlah yang diterima pun sedikit yakni hanya 30 orang. Namun, ini sudah sesuai dengan pertimbangan pusat terhadap belanja pegawai Pemko Pekanbaru," ungkap Hermanius.

Untuk persyaratan umum, ulas Hermanius, sama dengan syarat penerimaan CPNS tahun-tahun sebelumnya. Untuk syarat khusus, tentunya yang berijazah guru kelas. Namun, resminya belum turun dari Kemenpan dan RB.

"Untuk persyaratan dan kapan lamaran akan dibuka, belum ada surat dari Kemenpan, baru sekedar Formasi saja yakni khusus guru kelas saja. Untuk umur memang sudah disampaikan yakni maksimal 35 tahun," jelas Hermanius.

Berkemungkinan besar, kata Hermanius, pembukaan lamaran untuk CPNS jalur umum ini setelah honorer kategori II melaksanakan tes.

"Honorer kategori II akan mengikuti tes pada bulan September. Sebelum itu, akan turun dulu nama-nama honorer kategori II dari Kemenpan dan RB yang lulus setelah dilakukan uji publik. Juka akan turun petunjuk teknisnya. Setelah turun, barulah mereka tes. Setelah honorer kategori II ini selesai tes, berkemungkinan besar baru dibuka lamaran untuk jalur umum," terang Hermanius.

Diharapkan Hermanius, dari 955 honorer kategori II Pekanbaru yang lolos uji publik, semuanya diharapkan bisa mengikuti tes, dan lolos jadi CPNS. Mereka terdiri dari bidan, dokter, perawat, guru, dan tenaga teknis. Hal ini, menurut Hermanius disebabkan honorer tersebut pada umumnya adalah guru, dan guru tahun 2013 ini banyak yang pensiun.

"Tahun 2013 ini 60 persen dari total yang pensiun 300 orang lebih adalah guru. Maka, kami berharap bisa gali lubang tutup lubang. Artinya, jika dua guru pensiun diterima juga dua orang guru. Kalau lebih akan lebih bagus, karena belanja pegawai juga sudah di bawah 50 persen APBD," beber Hermanius.

Sementara itu, sebut Hermanius, untuk mengantisipasi kekurangan pegawai, para pegawai yang sudah hampir memasuki usia pensiun diberikan penghormatan oleh wali kota berupa perpanjangan batas usia pensiun.

"Banyak juga pegawai yang sudah memasuki usia pensiun diberikan perpanjangan batas usia pensiun oleh wali kota. Ini untuk antisipasi kekurangan tenaga. Namun, ada juga yang sudah tidak mau dan tidak bisa diperpanjang, karena umur mereka sudah di atas 60 tahun," tutur Hermanius.

Mengenai Kepala Dispenda Pekanbaru, Agustrin yang akan memasuki usia pensiun bulan Agustus mendatang, menurut Hermanius sudah diberikan perpanjangan batas usia pensiunnya oleh wali kota.

"Memang benar, sudah diberikan penpanjangan oleh wali kota. Baru satu kali perpanjangan selama dua tahun, kalau masih dibutuhkan masih bisa diperpanjang sepanjang usia masih di bawah 60 tahun," ujar Hermanius.

Agustrin kepada Tribun membenarkan ia sudah mengajukan perpanjangan batas usia pensiun, dan sudah dikabulkan wali kota.

"Benar, sudah dikabulkan wali kota, diperpanjang dua tahun," ungkap Agustrin.

Formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur umum tahun 2013, sudah turun ke Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB). Sayangnya, Pekanbaru hanya kebagian satu formasi yakni untuk guru kelas, dengan jumlah yang akan diterima sebanyak 30 orang.

Kepala BKD Pekanbaru, Hermanius kepada Tribun menyebutkan, Pemko Pekanbaru sudah mengajukan kebutuhan pegawai berdasarkan analisa beban kerja ke Kemenpan dan RB tahun 2012 lalu. Kebutuhan yang diajukan lebih dari 500 orang, karena banyaknya pegawai yang pensiun di tahun 2013.

"Kebutuhan yang diajukan itu ada untuk formasi bidan, dokter, perawat, guru, dan tenaga teknis. Namun, setelah formasi dari Kemenpan dan RB kami terima, ternyata yang dikabulkan hanya satu formasi yakni untuk guru kelas SD. Jumlah yang diterima pun sedikit yakni hanya 30 orang. Namun, ini sudah sesuai dengan pertimbangan pusat terhadap belanja pegawai Pemko Pekanbaru," ungkap Hermanius.

Untuk persyaratan umum, ulas Hermanius, sama dengan syarat penerimaan CPNS tahun-tahun sebelumnya. Untuk syarat khusus, tentunya yang berijazah guru kelas. Namun, resminya belum turun dari Kemenpan dan RB.

"Untuk persyaratan dan kapan lamaran akan dibuka, belum ada surat dari Kemenpan, baru sekedar Formasi saja yakni khusus guru kelas saja. Untuk umur memang sudah disampaikan yakni maksimal 35 tahun," jelas Hermanius.

Berkemungkinan besar, kata Hermanius, pembukaan lamaran untuk CPNS jalur umum ini setelah honorer kategori II melaksanakan tes.

"Honorer kategori II akan mengikuti tes pada bulan September. Sebelum itu, akan turun dulu nama-nama honorer kategori II dari Kemenpan dan RB yang lulus setelah dilakukan uji publik. Juka akan turun petunjuk teknisnya. Setelah turun, barulah mereka tes. Setelah honorer kategori II ini selesai tes, berkemungkinan besar baru dibuka lamaran untuk jalur umum," terang Hermanius.

Diharapkan Hermanius, dari 955 honorer kategori II Pekanbaru yang lolos uji publik, semuanya diharapkan bisa mengikuti tes, dan lolos jadi CPNS. Mereka terdiri dari bidan, dokter, perawat, guru, dan tenaga teknis. Hal ini, menurut Hermanius disebabkan honorer tersebut pada umumnya adalah guru, dan guru tahun 2013 ini banyak yang pensiun.

"Tahun 2013 ini 60 persen dari total yang pensiun 300 orang lebih adalah guru. Maka, kami berharap bisa gali lubang tutup lubang. Artinya, jika dua guru pensiun diterima juga dua orang guru. Kalau lebih akan lebih bagus, karena belanja pegawai juga sudah di bawah 50 persen APBD," beber Hermanius.

Sementara itu, sebut Hermanius, untuk mengantisipasi kekurangan pegawai, para pegawai yang sudah hampir memasuki usia pensiun diberikan penghormatan oleh wali kota berupa perpanjangan batas usia pensiun.

"Banyak juga pegawai yang sudah memasuki usia pensiun diberikan perpanjangan batas usia pensiun oleh wali kota. Ini untuk antisipasi kekurangan tenaga. Namun, ada juga yang sudah tidak mau dan tidak bisa diperpanjang, karena umur mereka sudah di atas 60 tahun," tutur Hermanius.

Mengenai Kepala Dispenda Pekanbaru, Agustrin yang akan memasuki usia pensiun bulan Agustus mendatang, menurut Hermanius sudah diberikan perpanjangan batas usia pensiunnya oleh wali kota.

"Memang benar, sudah diberikan penpanjangan oleh wali kota. Baru satu kali perpanjangan selama dua tahun, kalau masih dibutuhkan masih bisa diperpanjang sepanjang usia masih di bawah 60 tahun," ujar Hermanius.

Agustrin kepada Tribun membenarkan ia sudah mengajukan perpanjangan batas usia pensiun, dan sudah dikabulkan wali kota.

"Benar, sudah dikabulkan wali kota, diperpanjang dua tahun," ungkap Agustrin.

Agenda dan Jadwal Penerimaan CPNS
2013.
1. Penyampaian Usulan Formasi |
Juni 2013
2. Pembuatan Penyusunan Soal
Ujian | Mei 2013
3. Pencetakan Soal CPNS | Agustus
2013
4. Pendaftaran CPNS 2013 dan
Seleksi Administrasi | Juni Juli 2013
5. Pelaksanaan Ujian CPNS 2013 |
Agustus - Oktober 2013
6. Pengumuman Hasil Ujian CPNS |
November - Desember 2013
7. Penyerahan SK CPNS | Januari
2014
Data: dirangkum dari berbagai
sumber
Bagi calon pelamar CPNS 2013
diharapkan melakukan persiapan
yang matang untuk menghadapi
ujian CPNS 2013 nanti. Karena
seperti tahun 2013 yang lalu yang
terbukti sukses, penerimaan CPNS
2013 akan dilakukan dengan murni
dan trasparan dimana sepenuhnya
ditangani pemerintah pusat
bekerjasama dengan konsorsium
perguruan tinggi.
Untuk Ujian CPNS 2013 ini sebagian
besar akan menggunakan ujian
secara online berbasis Computer
Assisted Test (CAT). Yaitu ujian yang
dilakukan dengan menggunakan alat
bantu komputer. Instansi pusat dan
beberapa pemerintah provinsi
dipastikan akan menerapkan sistem
CAT CPNS ini

Agenda dan Jadwal Penerimaan CPNS
2013.
1. Penyampaian Usulan Formasi |
Juni 2012
2. Pembuatan Penyusunan Soal
Ujian | Mei 2013
3. Pencetakan Soal CPNS | Agustus
2013
4. Pendaftaran CPNS 2013 dan
Seleksi Administrasi | Juni Juli 2013
5. Pelaksanaan Ujian CPNS 2013 |
Agustus - Oktober 2013
6. Pengumuman Hasil Ujian CPNS |
November - Desember 2013
7. Penyerahan SK CPNS | Januari
2014
Data: dirangkum dari berbagai
sumber
Bagi calon pelamar CPNS 2013
diharapkan melakukan persiapan
yang matang untuk menghadapi
ujian CPNS 2013 nanti. Karena
seperti tahun 2012 yang lalu yang
terbukti sukses, penerimaan CPNS
2013 akan dilakukan dengan murni
dan trasparan dimana sepenuhnya
ditangani pemerintah pusat
bekerjasama dengan konsorsium
perguruan tinggi.
Untuk Ujian CPNS 2013 ini sebagian
besar akan menggunakan ujian
secara online berbasis Computer
Assisted Test (CAT). Yaitu ujian yang
dilakukan dengan menggunakan alat
bantu komputer. Instansi pusat dan
beberapa pemerintah provinsi
dipastikan akan menerapkan sistem
CAT CPNS ini

Kabar baik untuk para peminat PNS dilingkungan Pemko Dumai. Setelah dua tahun, tidak  membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), pada 2013 ini, Pemko Dumai akan membuka tes CPNS.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dumai sudah mengusulkan 315 formasi pegawai ke BKN dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (MenPAN). Usulan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan pegawai yang saat ini kekurangan sekitar 1700 PNS.

Kepastian adanya pembukaan tes CPNS itu disampaikan Kepala BKD Dumai, Sepranef dalam pembahasan Prioritas Plafon (PPAS) RAPBD 2013, Rabu (6/2). "Tahun ini, kami akan membuka tes CPNS. Sebanyak 315 formasi yang kami usulkan ke BKN," ujar Kepala BKD, Sepranef, di hadapan anggota Banggar Dumai.

Sepranef menyebutkan rincian formasi 315 pegawai itu diantaranya untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik seperti guru SD, SMP dan SMA sebanyak 40 persen. Tenaga kesehatan seperti dokter dan paramedis sebanyak 30 persen. Dan sisanya tenaga tehknis untuk ditempatkan pada beberapa satuan kerja.

"Kami lebih memprioritaskan, tenaga pendidik dan kesehatan, karena memang masih sangat kurang. Sementara untuk tenaga tehknis kami membuka kesempatan bagi para lulusan D3 dan S1," ujar Sepranef.

Sepranef menjelaskan usulan 315 PNS itu untuk menjawab kekurangan pegawai dilingkungan Pemko Dumai sebanyak 1700. "Kenapa kami hanya usulkan 315 formasi, sementara kebutuhan sampai 1700 pegawai. Karena kami menyesuaikan dengan formasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Dan ini pun masih proses usulan, bisa saja pemerintah hanya menyetujui 200 formasi saja," ujar Sepranef.

Meskipun tenaga honorer cukup banyak disejumlah SKPD, Sepranef menjelasakan keberadaan honorer ternyata tidak menjawab kebutuhan tenaga pegawai. Pemko tetap kekurangan pegawai sesuai formasi yang dibutuhkan.

"Honorer itu tidak memenuhi kebutuhan tenaga pegawai yang kami perlukan. Karena memang, persyaratan pendidikan, tidak menjawab formasi yang kita butuhkan. Jadi meskipun banyak honorer, kami tetap kekurangan tenaga PNS sesuai yang kami butuhkan," ujar Sepranef.

Penulis: Naning Nutriana

Lagi lagi ratusan tenaga honorer kategori satu (K1) Kota Dumai harus kembali gagal diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).  Hasil verifikasi tim pusat yang terdiri BKN, BPKP, dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara hanya meloloskan 16 dari 143 tenaga honorer K1 dalam verifikasi.

Keputusan Pemerintah Pusat yang hanya meloloskan 21 tenaga honorer tersebut mengejutkan sejumlah kalangan. Tak terkecuali, anggota Komisi I DPRD Dumai yang sudah ikut memperjuangkan para honorer hingga ke BKN dan MenPAN pada Maret 2013 lalu.

Oleh karenanya, setelah pengumuman kelulusan pada 20 Desember, Komisi I DPRD Dumai langsung menggelar hearing dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dumai pada 27 Desember lalu.

"Mengetahui informasi itu, kami (anggota Komisi I) semua kaget dan miris. Kok hanya 16 orang yang lulus dari 143 tenaga honorer. Beberapa hari setelah mendapatkan edaran MenPAN itu, kami langsung mengundang BKD dalam forum hearing, untuk menanyakan penyebab tidak lulusnya ratusan tenaga honorer K1 menjadi CPNS," ujar Sekretaris Komisi I DPRD Dumai, Jhonfikar, kepada Tribun, Minggu (6/1).

Komisi I DPRD Dumai wajar miris. Mengingat, perjuangan anggota dewan sudah sampai ke MenPAN dan BKN untuk meloloskan tenaga honorer. Yaitu pada Maret 2013, setelah mengetahui hanya 13 tenaga honorer lolos dari 143 yang diajukan, maka dewan pun langsung menemui MenPAN dan BKN. Para wakil rakyat tersebut mempertanyakan penyebab ketidaklulusan dan sekaligus memperjuangkan kembali 130 honorer untuk bisa mengikuti verifikasi tahap kedua.

"Setelah kami perjuangkan pada Maret lalu, kemudian Oktober diumumkan ada 8 honorer telah memenuhi kriterai (MK). Sehingga totalnya ada 21 honorer yang lolos. Tapi kok, pada pengumuman Desember hanya 16 honorer yang lulus dari 143.  Artinya, perubahanya hanya 3 honorer yang dinyatakan lolos. Kami aneh, kok yang sudah MK bisa dinyatakan tidak lulus," ujar Jhonfikar.

Lebih miris lagi, jika dibandingkan dengan kabupaten/kota tetangga. Seperti Kabupaten Meranti, jumlah tenaga honorer yang lulus CPNS mencapai 163 orang. Kabupaten Bengkalis bahkan sebanyak 336 honorer dinyatakan lulus CPNS.

"Lebih lebih miris lagi, daerah tetangga, seperti Bengkalis jumlah honorer yang lulus mencapai 336 orang. Dumai kok malah hanya 16 orang saja,"ujar Jhonfikar berkali kali.

Tenaga honorer K1 adalah honorer Tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai dari APBN atau APBD dengan kriteria diangkat oleh pejabat yang berwenang, bekerja di instansi pemerintah, masa kerja paling sedikit 1 tahun pada 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja secara terus menerus, berusia paling rendah 19  tahun dan tidak boleh lebih dari 46 tahun pada 1 Januari 2006.

Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2013 membuka pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS.

Lagi lagi ratusan tenaga honorer kategori satu (K1) Kota Dumai harus kembali gagal diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).  Hasil verifikasi tim pusat yang terdiri BKN, BPKP, dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara hanya meloloskan 16 dari 143 tenaga honorer K1 dalam verifikasi.

Keputusan Pemerintah Pusat yang hanya meloloskan 21 tenaga honorer tersebut mengejutkan sejumlah kalangan. Tak terkecuali, anggota Komisi I DPRD Dumai yang sudah ikut memperjuangkan para honorer hingga ke BKN dan MenPAN pada Maret 2012 lalu.

Oleh karenanya, setelah pengumuman kelulusan pada 20 Desember, Komisi I DPRD Dumai langsung menggelar hearing dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dumai pada 27 Desember lalu.

"Mengetahui informasi itu, kami (anggota Komisi I) semua kaget dan miris. Kok hanya 16 orang yang lulus dari 143 tenaga honorer. Beberapa hari setelah mendapatkan edaran MenPAN itu, kami langsung mengundang BKD dalam forum hearing, untuk menanyakan penyebab tidak lulusnya ratusan tenaga honorer K1 menjadi CPNS," ujar Sekretaris Komisi I DPRD Dumai, Jhonfikar, kepada Tribun, Minggu (6/1).

Komisi I DPRD Dumai wajar miris. Mengingat, perjuangan anggota dewan sudah sampai ke MenPAN dan BKN untuk meloloskan tenaga honorer. Yaitu pada Maret 2012, setelah mengetahui hanya 13 tenaga honorer lolos dari 143 yang diajukan, maka dewan pun langsung menemui MenPAN dan BKN. Para wakil rakyat tersebut mempertanyakan penyebab ketidaklulusan dan sekaligus memperjuangkan kembali 130 honorer untuk bisa mengikuti verifikasi tahap kedua.

"Setelah kami perjuangkan pada Maret lalu, kemudian Oktober diumumkan ada 8 honorer telah memenuhi kriterai (MK). Sehingga totalnya ada 21 honorer yang lolos. Tapi kok, pada pengumuman Desember hanya 16 honorer yang lulus dari 143.  Artinya, perubahanya hanya 3 honorer yang dinyatakan lolos. Kami aneh, kok yang sudah MK bisa dinyatakan tidak lulus," ujar Jhonfikar.

Lebih miris lagi, jika dibandingkan dengan kabupaten/kota tetangga. Seperti Kabupaten Meranti, jumlah tenaga honorer yang lulus CPNS mencapai 163 orang. Kabupaten Bengkalis bahkan sebanyak 336 honorer dinyatakan lulus CPNS.

"Lebih lebih miris lagi, daerah tetangga, seperti Bengkalis jumlah honorer yang lulus mencapai 336 orang. Dumai kok malah hanya 16 orang saja,"ujar Jhonfikar berkali kali.

Tenaga honorer K1 adalah honorer Tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai dari APBN atau APBD dengan kriteria diangkat oleh pejabat yang berwenang, bekerja di instansi pemerintah, masa kerja paling sedikit 1 tahun pada 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja secara terus menerus, berusia paling rendah 19  tahun dan tidak boleh lebih dari 46 tahun pada 1 Januari 2006.

Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2012 membuka pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS.

Pada tahun 2013, Pemerintah Kota Dumai, Riau, tidak lagi menerima atau pembukaan pegawai negeri sipil (PNS), namun hanya melakukan pengangkatan PNS dari tenaga honorer yang sudah lama mengabdikan diri kepada pemerintahan.

Wakil Walikota Dumai Agus Widayat mengatakan, adapun pengangkatan pegawai negeri akan diambil dua kategori dari tenaga honorer. Pengangkatan itu akan difokuskan pada tenaga honorer di tingkat tenaga pendidik dan kesehatan.

Tahun depan hanya mengangkat dua kategori untuk PNS. Dua kategori itu untuk tenaga pendidik dan kesehatan. Karena dua kategori itu sangat dibutuhkan di Kota Dumai saat ini.

Ketika disinggung kenapa hanya diambil dari tenaga pendidik dan kesehatan, mantan Kadiskes Dumai menjelaskan, bahwa kebutuhan dan tingkat lamanya mengabdi seorang tenaga honorer di lingkungan Pemko Dumai hanya dua kategori tersebut.

Meraka yang diangkat itu sudah lama mengabdi, dan kebutuhan tenaga PNS di lingkungan Pemko hanya dua kategori pendidik dan tenaga kesehatan. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana pengangkatannya pada tahun 2013 mendatang.

Sedangkan mengenai jumlah secara keseluruhan PNS di Dumai, Agus Widayat tidak bisa menjelaskan berapa banyak jumlah pegawai di Pemko Dumai. Namun yang jelas, pada tahun 2013 mendatang Pemko Dumai tidak membuka lowongan penerimaan pegawai negeri sipil.
Diberdayakan oleh Blogger.