Tampilkan postingan dengan label CPNS Jambi. Tampilkan semua postingan

Beritatebo.com – Hingga saat ini Pemkab Tebo baru bisa memastikan jumlah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2013 yakni sebanyak 70 formasi dari jumlah yang diajukan sebelumnya. Tapi dari jumlah tersebut, kemungkinan akan ada penambahan formasi baru dari jumlah yang sudah dipastikan oleh pusat tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Bupati Tebo, Sukandar ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (22/08) kemarin. Sukandar mengatakan, sejauh ini Pemkab Tebo baru mendapatkan kepastian jatah formasi CPN sebanyak 70 formasi yang meliputi, tenaga Kesehatan, Guru dan tenaga teknis. Namun berdasarkan petunjuk dari Menpan, pemerintah daerah diminta mengajukan ulang formasi CPNS yang diseuaikan dengan kebutuhan.
“Kalau yang 70 formasi sudah dipastikan, namun kita kembali mengajukan formasi tambahan sebanyak 300 formasi,” ujar Bupati.
Dijelaskannya, dari 300 formasi yang diajukan ulang tersebut pihak Pemkab Tebo melalui Badan Kepegawan Daerah (BKD) masih menunggu kepastian berapa jumlah yang dipenuhi oleh pihak pusat untuk Pemkab Tebo.
“Formasi yang kita ajukan sesuai dengan kebutuhan di setiap dinas instansi, tapi dari jumlah yang kita ajukan itu, kita juga belum bisa memastikan berapa jumlah penambahan yang akan kita dapatkan. Yang jelas kita masih menunggu kepastian dari pusat,” pungkas Sukandar.

MUARO TEBO – Bupati  Tebo Sukandar memastikan akan ada penerimaan CPNS pada akhir 2013 nanti. Hal ini terungkap setelah Sekda Tebo dan BKD menghadiri rapat di Bangka Belitung, belum lama ini.

“Kemarin, Sekda sama BKD ikut rapat di sana, dari rapat kemarin kemungkinan penerimaan CPNS murni secara nasional akan dibuka, tapi keputusannya tetap menunggu surat resmi dari pusat,” terang Sukandar, Minggu (7/4).

Lanjut Sukandar, kepastian apakah Pemerintah Kabupaten Tebo akan membuka penerimaan CPNS murni pada tahun 2013 ini akan dipastikan pada September mendatang setelah adanya keputusan dari pusat terkait pengajuan yang sudah disampaikan sebelumnya.

“Kita berharap pada 2013 ini ada penerimaan CPNS di Tebo, namun keputusannya tetap menunggu petunjuk dari pihak pusat,” jelasnya.

Bupati menambahkan, untuk usulan 2013, formasi yang diajukan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi usulkan paling banyak yakni tenaga guru dan kesehatan, ditambah lagi tenaga tehknis dan tenaga ahli.

MUARATEBO, Meskipun Kabupaten Tebo dipastikan akan membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), namun berapa formasinya belum jelas. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tebo, Kamal Effendi menyebut, penerimaan CPNS dimulai bulan ini.

“Mengenai jumlah formasi dan tanggalnya kita masih menunggu panduan dari pusat. Kita pasti membuka di bulan ini, saat ini hanya menunggu surat dari pusat. Mengenai jumlah pastinya kita belum bisa memastikan," jelasnya.

Surat yang ditunggu pihaknya tersebut yakni berupa petunjuk tekhnis (juknis) dan Petunjuk pelaksanaan (juklak) serta waktu pelaksanaan. Selain itu juga jumlah pasti formasi yang akan diterima oleh Kabupaten Tebo. "Kita masih menunggu suratnya. Karena disitulah informasi pasti tentang CPNS Tebo," ujarnya.

Tes CPNS sendiri, menurutnya akan dilakukan November mendatang. Kemungkinan, kata dia, tes CPNS umum akan serentak dengan tes honorer K2.

MUARA TEBO -  Seperti kabupaten lain di Jambi, Tebo juga mendapat jatah untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).   Penambahan ini menjadi pintu masuk menutupi kekurangan tenaga aparatur negara di Tebo.

Bupati Tebo H Sukandar SKom, mengatakan jumlah formasi yang disetujui adalah 70 orang. Sejauh ini hanya sejumlah itu jatah CPNS Tebo yang sudah disetujui Badan Kepegawaian Negera (BKN).

"Ada kemungkinan bisa ditambah lagi. Itu yang sekarang tengah kita usulkan sebanyak 300 formasi," ujar Sukandar, Kamis (22/8).

Dikatakan Sukandar, dari 70 formasi tersebut adalah untuk tenaga kesehatan, guru, dan tenaga teknis lainnya. Hanya saja Sukandar tak merinci lebih jauh mengenai masing-masing jumlahnya secara spesifik.

"Kita memang masih banyak kekurangan tenaga guru dan medis, juga teknis. Semoga saja nanti tambahannya bisa disetujui," ujar Sukandar lagi.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tebo memastikan seleksi CPNS tahun 2013 ini akan menggunakan sistem Lembar Jawaban Komputer (LJK), hal itu diungkapkan Seretaris BKD Tebo, Eko Nuryanto Senin (26/08) kemarin.

Dikatakannya, untuk seleksi CPNS tahun 2013 menggunakan dua system yaitu untuk Kementerian Pusat dan daerah-daerah yang sudah ada Kantor Regional (Kanreg) Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggunakan system Computer Assisted Test (CAT), sedangkan instansi Pemerintah Provinsi/Kabupaten yang tidak ada Kanreg BKN tetap menggunakan system Lembar Jawaban Komputer (LJK).

“ Kalau sitem yang dipakai dua, namun kita menggunakan LJK sesuai petunjuk dari pusat,” jelasnya.

Lanjutnya, kita saat ini masih menunggu balasn Formasi dari pusat sesuai dengan yang sudah kita ajukan ulang sebelumnya yaitu sekitar 300 formasi. 300 formasi yang kita usulkan tersebut sesuai dengan kebutuhan kita.


Sementara itu mengenai antisipasi adanya Calo CPNS yang informasinya telah berkeliaran, Eko menghimbau nantinya bagi para pelamar CPNS untuk tidak mengikuti Calo, melamarlah sesuai dengan tekad dan kemampuan kita sendiri.

“ Kita menghimbau acuhkan saja apabila ada orang yang mengaku dapat menjadikan seseorang sebagai PNS, karena hal itu tidak benar,”tegasnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini Pemkab Tebo baru bisa memastikan jumlah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2013 yakni sebanyak 70 formasi dari jumlah yang diajukan sebelumnya. Tapi dari jumlah tersebut, kemungkinan akan ada penambahan formasi baru dari jumlah yang sudah di pastikan oleh pusat tersebut.

“ Kalau yang 70 formasi sudah dipastikan, namun kita kembali
mengajukan formasi tambahan sebanyak 300 formasi,”ujar Bupati.

Dari 300 formasi yang diajukan ulang tersebut pihak
Pemkab Tebo melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masih menunggu kepastian berapa jumlah yang dipenuhi oleh pihak pusat untuk Pemkab Tebo.
“ Kita ajukan sesuai dengan kebutuhan di setiap dinas instansi, tapi dari jumlah yang kita ajukan itu, kita juga belum bisa memastikan berapa jumlah penambahan yang akan kita dapatkan. Yang jelas kita masih menunggu kepastian dari pusat,”pungkasnya

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mengajukan 208 formasi CPNS pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Brokrasi. Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjabtim, Sudirman, Selasa (24/9).

Sudirman menyebutkan, 208 formasi CPNS yang diajukan tersebut rinciannya adalah 55 persen tenaga guru, 35 persen tenaga medis, dan 12 persen sisanya tenaga teknis. Saat ini, lanjut Sudirman, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kemen PAN dan RB soal usulan tersebut.

“Pemerintah daerah hanya mengajukan, jadi kita tunggu saja informasi selanjutnya. 208 formasi tersebut merupakan gambaran saja, dan bukan keputusan final. Keputusan finalnya ada di Menpan,” kata Sudirman.

Sementara itu untuk tes CPNS bagi honorer K2, Sudirman mengatakan akan dilaksanakan pada 3 November 2013 nanti. “Kalau tidak ada halangan, kemungkinan tanggal 3 November 2013 ini,” tuntasnya.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mengajukan 208 formasi CPNS pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Brokrasi. Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjabtim, Sudirman, Selasa (24/9).

Sudirman menyebutkan, 208 formasi CPNS yang diajukan tersebut rinciannya adalah 55 persen tenaga guru, 35 persen tenaga medis, dan 10 persen sisanya tenaga teknis. Saat ini, lanjut Sudirman, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kemen PAN dan RB soal usulan tersebut.

“Pemerintah daerah hanya mengajukan, jadi kita tunggu saja informasi selanjutnya. 208 formasi tersebut merupakan gambaran saja, dan bukan keputusan final. Keputusan finalnya ada di Menpan,” kata Sudirman.

Sementara itu untuk tes CPNS bagi honorer K2, Sudirman mengatakan akan dilaksanakan pada 3 November 2013 nanti. “Kalau tidak ada halangan, kemungkinan tanggal 3 November 2013 ini,” tuntasnya.

MUARASABAK - Pemkab Tanjungjabung Timur akan melakukan seleksi penerimaan CPNSD pada tahun 2013 mendatang. Diperkirakan seleksi ini akan diselenggarakan pada bulan Desember 2013.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjabtim, Darminto, saat ini BKD Tanjabtim telah mengusulkan formasi jalur umum sebanyak 491 orang, dengan rincian formasi guru 275 orang, formasi kesehatan 49 orang dan formasi teknis 167 orang.

“Mudah-mudahan usulan formasi yang kita ajukan ini semuanya akan disetujui oleh BKN,” ujar Darminto.

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Setelah hampir tiga tahun menanti, akhirnya 289 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat berlega hati. SK Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang selama ini diharapkan akan dibagi. Namun dua SK PNS tidak akan diterima oleh pemilik hak, karena mereka telah meninggal dunia.
“Artinya jumlah SK yang akan kita bagikan tinggal 297 orang, 287 CPNS angatan tahun 2012 ditambah 12 orang dari tenaga honorer kategori satu yang sebelumnya sempat tertinggal,” ujar Kepala BKD Tanjab Barat Zulkifli pagi ini.
Zulkifli mengaku proses SK 289 CPNS tersebut harus memakan waktu lama, karena ada persoalan teknis yang harus dipertimbangkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Setelah melalui proses, dan akhirnya tidak ada masalah lagi, sehingga SK dikeluarkan. Soal penempatan para CPNS ini tidak ada perubahan, tetap berdasarakan formasi awal. Mereka juga sudah ikut proses pra jabatan pada bulan Desember 2013," tutur Zulkifli.

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Setelah hampir tiga tahun menanti, akhirnya 289 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat berlega hati. SK Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang selama ini diharapkan akan dibagi. Namun dua SK PNS tidak akan diterima oleh pemilik hak, karena mereka telah meninggal dunia.
“Artinya jumlah SK yang akan kita bagikan tinggal 297 orang, 287 CPNS angatan tahun 2010 ditambah 10 orang dari tenaga honorer kategori satu yang sebelumnya sempat tertinggal,” ujar Kepala BKD Tanjab Barat Zulkifli pagi ini.
Zulkifli mengaku proses SK 289 CPNS tersebut harus memakan waktu lama, karena ada persoalan teknis yang harus dipertimbangkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Setelah melalui proses, dan akhirnya tidak ada masalah lagi, sehingga SK dikeluarkan. Soal penempatan para CPNS ini tidak ada perubahan, tetap berdasarakan formasi awal. Mereka juga sudah ikut proses pra jabatan pada bulan Desember 2012," tutur Zulkifli.

Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sarolangun tetap mengganggarkan alokasi dana yang akan digunakan untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2012.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Kabupaten Sarolangun Sudirman, kemarin (15/2). Menurutnya, anggaran untuk penerimaan CPNSD 2012 berkisar Rp 150 juta.
“Namun untuk tahap penerimaan masih dalam pembahasan, menunggu hasil pemetaan jumlah PNS yang ada,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang Formasi dan Penempatan Badan Kepegawaian Daerah Sarolangun M Tamim, menjelaskan, dalam penerimaan pegawai pihaknya memang memerlukan pemetaan terlebih dahulu terhadap jumlah kebutuhan PNS.
“Dalam penentuan formasi kami melibatkan tenaga konsultan untuk mengetahui jumlah kebutuhan PNS untuk menentukan formasi penerimaan CPNS,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Administrasi dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah Sarolangun, Husein Fahlevie Syam, juga mengatakan hal yang senada. Sebelum mengajukan tambahan formasi pegawai negeri tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Sarolangun harus melakukan pemetaan kebutuhan jumlah pegawai sesuai dengan penempatan.
“Ini untuk mengetahui secara pasti apakah memang pantas pemerintah membuka penerimaan pegawai baru atau tidak. Jika hal ini tidak dilakukan, sementara pemetaan kebutuhan pegawai belum dilakukan, maka penggunaan keuangan daerah untuk membayar gaji akan lebih besar dari belanja modal,” tukasnya.
Meski tidak secara rinci, Husien mengatakan, selama ini telah terjadi rekrutmen pegawai dengan tugas yang tidak begitu jelas, sehingga membebani keuangan daerah.
“Ini terbukti adanya penumpukan pegawai, khususnya untuk formasi guru di Kecamatan Sarolangun saat ini,” katanya, singkat.
Dia mencontohkan di Badan Kepegawaian Nasional, meskipun jumlah pegawai sedikit, namun secara keseluruhan dia menilai lembaga tersebut mampu melaksanakan fungsi secara baik.
“Ini menggambarkan penggunaan keuangan yang efisien dan efektif. Artinya, walaupun dari sisi jumlah pegawai mereka sedikit, tapi seluruhnya mampu melaksanakan tugas secara profesional. Sehingga tugas yang dibebankan terlaksana dengan baik, tanpa harus membebankan keuangan negara secara berlebihan,” pungkasnya. (*) Ref : www.jambi-independent.co.id

Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sarolangun tetap mengganggarkan alokasi dana yang akan digunakan untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2011.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Kabupaten Sarolangun Sudirman, kemarin (15/2). Menurutnya, anggaran untuk penerimaan CPNSD 2011 berkisar Rp 150 juta.
“Namun untuk tahap penerimaan masih dalam pembahasan, menunggu hasil pemetaan jumlah PNS yang ada,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang Formasi dan Penempatan Badan Kepegawaian Daerah Sarolangun M Tamim, menjelaskan, dalam penerimaan pegawai pihaknya memang memerlukan pemetaan terlebih dahulu terhadap jumlah kebutuhan PNS.
“Dalam penentuan formasi kami melibatkan tenaga konsultan untuk mengetahui jumlah kebutuhan PNS untuk menentukan formasi penerimaan CPNS,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Administrasi dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah Sarolangun, Husein Fahlevie Syam, juga mengatakan hal yang senada. Sebelum mengajukan tambahan formasi pegawai negeri tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Sarolangun harus melakukan pemetaan kebutuhan jumlah pegawai sesuai dengan penempatan.
“Ini untuk mengetahui secara pasti apakah memang pantas pemerintah membuka penerimaan pegawai baru atau tidak. Jika hal ini tidak dilakukan, sementara pemetaan kebutuhan pegawai belum dilakukan, maka penggunaan keuangan daerah untuk membayar gaji akan lebih besar dari belanja modal,” tukasnya.
Meski tidak secara rinci, Husien mengatakan, selama ini telah terjadi rekrutmen pegawai dengan tugas yang tidak begitu jelas, sehingga membebani keuangan daerah.
“Ini terbukti adanya penumpukan pegawai, khususnya untuk formasi guru di Kecamatan Sarolangun saat ini,” katanya, singkat.
Dia mencontohkan di Badan Kepegawaian Nasional, meskipun jumlah pegawai sedikit, namun secara keseluruhan dia menilai lembaga tersebut mampu melaksanakan fungsi secara baik.
“Ini menggambarkan penggunaan keuangan yang efisien dan efektif. Artinya, walaupun dari sisi jumlah pegawai mereka sedikit, tapi seluruhnya mampu melaksanakan tugas secara profesional. Sehingga tugas yang dibebankan terlaksana dengan baik, tanpa harus membebankan keuangan negara secara berlebihan,” pungkasnya. (*) Ref : www.jambi-independent.co.id

Meski jumlah PNS Pemerintah Kabupaten Sarolangun kurang, namun dipastikan tidak ada penerimaan CPNS. Ini dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Sarolangun, Sudirman, kemarin (22/8). “Tahun ini tidak ada penerimaan CPNS,” katanya.
Hal ini menurut dia, sudah dikoordinasikan dengan Bupati sarolangun, Cek Endra dan Wakil Bupati H Pahrul Rozi, serta Sekda M basyari. Dengan kondisi ini, pihaknya hanya mampu melakukan rekruitmen tenaga honor menjadi CPND. “Saat ini kami menunggu proses pengangkatan tenaga honorer I dan katagori II,” ujarnya.
Pasca diterimanya hasil pengangkatan tenaga honorer katagori I dan II, pemkab akan melakukan evaluasi kekurangan PNS daerah Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko tersebut. “Jika memang masih kurang setelah dilakukan evaluasi, maka akan diangkat tenaga honor,” tegasnya.
Sementara tahun 2013, menurutnya, lebih memungkinkan dilakukan rekruitmen CPNS secara umum. “Tahun ini kan tidak bisa. Kemungkinan besar, tahun 2013 nanti bisa dilakukan penerimaan CPNS,” tandasnya. Ref:Jambi independent

Meski jumlah PNS Pemerintah Kabupaten Sarolangun kurang, namun dipastikan tidak ada penerimaan CPNS. Ini dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Sarolangun, Sudirman, kemarin (22/8). “Tahun ini tidak ada penerimaan CPNS,” katanya.
Hal ini menurut dia, sudah dikoordinasikan dengan Bupati sarolangun, Cek Endra dan Wakil Bupati H Pahrul Rozi, serta Sekda M basyari. Dengan kondisi ini, pihaknya hanya mampu melakukan rekruitmen tenaga honor menjadi CPND. “Saat ini kami menunggu proses pengangkatan tenaga honorer I dan katagori II,” ujarnya.
Pasca diterimanya hasil pengangkatan tenaga honorer katagori I dan II, pemkab akan melakukan evaluasi kekurangan PNS daerah Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko tersebut. “Jika memang masih kurang setelah dilakukan evaluasi, maka akan diangkat tenaga honor,” tegasnya.
Sementara tahun 2013, menurutnya, lebih memungkinkan dilakukan rekruitmen CPNS secara umum. “Tahun ini kan tidak bisa. Kemungkinan besar, tahun 2013 nanti bisa dilakukan penerimaan CPNS,” tandasnya. Ref:Jambi independent

hingga saat ini belum memiliki peraturan daerah (Perda) tentang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang tidak melengkapi berkas, setelah dinyatakan lulus seleksi. setelah pengumuman CPNS memang hingga saat ini belum ada. Dengan tidak adanya Perda yang mengatur hal tersebut, menjadikan ada CPNS yang telah dinyatakan lolos seleksi, tapi sampai saat ini tidak melengkapi berkas, sehingga kondisi ini tentunya akan merugikan daerah.
Di Kabupaten Sarolangun sendiri, dari 281 orang CPNS yang dinyatakan lolos seleksi beberapa waktu lalu, ada sepuluh orang yang tidak melengkapi berkas, walaupun telah dinyatakan lulus. Secara otomatis, sepuluh orang yang tidak melengkapi berkas itu, dinyatakan mengundurkan diri, dan posisinya seharusnya digantikan oleh orang yang memiliki peringkat dibawahnya. Namun sayangnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sarolangun, hingga saat ini tidak mempublikasikan siapa yang berhak mengisi kekosongan formasi tersebut.
Sekretaris BKD Sarolangun, H Arsyad, M.Pd, saat dikonfirmasi mengakui adanya sepuluh orang CPNS yang dinyatakan lulus, tapi tidak melengkapi berkas. Namun untuk menggantikan orang yang mengundurkan diri tersebut, kata Arsyad, harus ada surat pernyataan pengunduran diri dari yang bersangkutan.
Arsyad juga menerangkan, sebagian besar alasan CPNS tidak melangkapi berkas dikarenakan juga lulus di daerah lain. Namun sampai saat ini, tidak ada surat pengunduran diri dari yang bersangkutan, sehingga dapat menghalangi orang lain untuk menggantikan posisi orang yang mengunduran diri tersebut.
“Harus ada surat pengunduran diri. Sesuai dengan peraturan Menpan, untuk menggantikan posisi orang yang tidak melengkapi berkas, harus ada surat pengunduran diri dari yang bersangkutan,” jelasnya.
Menaggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Sarolangun, M Saihu, mengatakan akan mengintruksikan kepada pihak BKD, untuk membuat suatu draf peraturan daerah. Pasalnya, di daerah lain ada yang menerapkan Perda tetang CPNS, dimana bagi yang tidak melengkapi bahan setelah pengumuman CPNS, diangap mengundurkan diri, dan juga dikenakan denda.
“Apabila ini diterapkan di Sarolangun, tentunya tidak ada lagi yang mengundurkan diri. Dan kita akan bahas persoalan ini dengan BKD,” katanya.
Ditambahkannya, apabila ada CPNS yang dinyatakan lolos seleksi namun tidak melangkapi berkas, hal ini tentunya dapat merugikan daerah. Karena dikhawatirkan, kedepannya tidak ada penambahan formasi CPNS, dan alokasi dana untuk gaji pegawai menjadi berkurang. Ref : jambi ekspres

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sarolangun pastikan pemkab buka penerimaan CPNS tahun di tahun 2013. Hal ini disampaikan H Arsyad Sekretaris BKD Sarolangun pada sejumlah wartawan kemain (9/1).
Dikatakan Arsyad, untuk jumlah tenaga yang akan diusulkan tergolong besar, yaitu berkisar delapan ratusan. Namun ini juga akan dikaji pusat, ada kemunkinan berkurang.
“Ini tergantung APBD dan jumlah penduduk kita, kalau tidak sesuai dengan anggaran dan jumlah penduduk bisa saja berkurang,”kata Arsyad.
Arsyad menambahkan, dari ratusan tenaga yang diusulkan lebih dari sepertiganya bagian kependidikan dan kesehatan, dan juga untuk wilayah terpencil.
Lebih jauh Arsyad mengatakan, dalam penerimaan pegawai nanti pihaknya akan mencantumkan beberapa syarat yang menyatakan untuk tidak mengajukan perpindahan tugas sebelum masa bakti lima tahun. Sebab sejauh ini banyak pegawai yang baru saja lulus dan bertugas sebentar, lansung mengajukan permohonan pindah.
“Ini tidak boleh terulang lagi waktu yang akan datang, supaya adanya pemerataan pegawai,”katanya.
Selain itu juga, pemerintah akan mengutamakan penempatan pegawai itu sesuai dengan tempat tinggalnya. Atau setiadaknya diwilayah kecamatan mereka.
“Kalau memungkinkan di kampung mereka, ya kita tugaskan di kampung mereka, kalau tidak bisa kita upayakan diwilayah kecamatannya, jadi tidak ada lagi alasn untuk mengajukan pindah,” tegas Arsyad. (zha/jambiekspres)

SAROLANGUN - Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengajukan penambahan formasi Calon Pegawai Negri Sipil(CPNS), Meskipun Kemenpan sudah melegalkan untuk Sarolangun mendapat jatah CPNS sebanyak 40 orang.
Menurut Sekretaris BKP2D (Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan Daerah) Kabupaten Sarolangun, Arsyad, kuota 40 orang CPNS 2013 yang telah ditetapkan tersebut dirasakan masih kurang.
"Kami dalam Bulan ini juga Kembali mengajukan formasi CPNS ke kemenpan," ujarnya.
Dalam tahap ke dua pengajuan ini belum pasti diterima atau tidak oleh Kemenpan, namun Pemkab tetap berusaha agar pengajuan tahap dua ini dikabulkan oleh pemerintah pusat.
"Walaupun kami mengajukan kembali penembahan, ini belum tentu diterima oleh pusat," tambahnya.
Lebih jauh Arsyad mengatakan, memang di Kabupaten Sarolangun masih membutuhkan tambahan, tetapi kalau menurut pusat tidak perlu, maka ini tidak ditambah, karena sistem sekarang ini berbeda dengan sistem yang tahun Sebelumnya.
"Dulu kami menentukan jumlah dan juga jurusan CPNS tersebut, tetapi sekarang pusat yang menentukan, Pemkab hanya sebatas pengajuan ke pusat," terangnya.
Arsyad menegaskan, pengajuan penambahan kuota tersebut adalah formasi teknis, karena bagian kesehatan dan pendidikan sudah tercukupi.
"Kami lebih dominan mengajukan tahap dua ini. ke arah teknis, karena itu yang masih kurang," bebernya.

SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun pada tahun 2013 ini akan membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Ini dikatakan Kabid Mutasi dan Formasi Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Kabupaten Sarolangun, Efriyanto.

Efriyanto mengatakan, pihaknya berharap tidak ada lagi halangan terkait rencana membuka penerimaan CPNS tersebut. “Kita berharap tidak ada lagi hambatannya dalam pelaksanaanya,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk penerimaan CPNS tahun ini formasi yang dominan diterima adalah tenaga guru dan tenaga kesehatan. “Formasi yang lebih dominan (diterima, red) adalah tenaga pendidik (guru, red) dan kesehatan,” tandasnya. (Berita selengkapnya baca di harian Posmetro Jambi terbitan Senin 22 Juli 2013).  

Sebanyak 340 CPNS Kabupaten Muarojambi formasi 2012 menerima surat keputusan (SK) pengangkatan, kemarin (9/3). SK ini diberikan langsung oleh Bupati Muarojambi Burhanuddin Mahir di ruang pola kantor Bupati Muarojambi, di Sengeti.
Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin Mahir menyampaikan, dengan telah dibagikannya SK, maka para CPNS sudah wajib masuk kerja pada instansi yang tertera dalam SK masing-masing. “Mulai besok, saudara-saudara sekalian sudah masuk kantor,” katanya.
Burhanuddin juga tidak lupa mengingatkan agar para PNS mematuhi segala peraturan PNS sesuai PP 53 tahun 2012. Sebagai abdi negara, PNS harus dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. “Ini sudah menjadi tugas kita. Bekerjalah dengan baik. Layani masyarakat kita dengan tulus,” katanya.
Tidak sampai di situ saja, Burhanuddin Mahir juga mengingatkan rawannya status CPNS. Pemerintah memiliki hak penuh untuk tidak mengangkat CPNS menjadi PNS, apabila perbuatan CPNS tercela. Guna menghindari hal ini, bupati mengimbau supaya para CPNS disiplin.
Sebagai catatan, dari 346 CPNS yang lulus di Muarojambi, hanya 340 yang memperoleh nomor induk pegawai (NIP). Persoalan ini terjadi dikarenakan empat CPNS yang lulus tidak melapor. Sisanya, satu orang meninggal dunia dan satu orang lagi mengundurkan diri karena lulus di Departemen Kelautan.
Rekrutmen CPNS Muarojambi 2012 cukup merugikan Pemda Muarojambi. Pasalnya, kebutuhan formasi CPNS Muarojambi yang disetujui Menpan tidak terpenuhi seluruhnya. Jumlah formasi CPNS Muarojambi 2012 sebanyak 354 formasi. Namun, hanya 340 CPNS yang berhasil mendapat NIP. Artinya, sebanyak 14 CPNS tidak berhasil direkrut Pemda Muarojambi. Ref : (fes)-jambi independent

Sebanyak 340 CPNS Kabupaten Muarojambi formasi 2010 menerima surat keputusan (SK) pengangkatan, kemarin (9/3). SK ini diberikan langsung oleh Bupati Muarojambi Burhanuddin Mahir di ruang pola kantor Bupati Muarojambi, di Sengeti.
Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin Mahir menyampaikan, dengan telah dibagikannya SK, maka para CPNS sudah wajib masuk kerja pada instansi yang tertera dalam SK masing-masing. “Mulai besok, saudara-saudara sekalian sudah masuk kantor,” katanya.
Burhanuddin juga tidak lupa mengingatkan agar para PNS mematuhi segala peraturan PNS sesuai PP 53 tahun 2010. Sebagai abdi negara, PNS harus dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. “Ini sudah menjadi tugas kita. Bekerjalah dengan baik. Layani masyarakat kita dengan tulus,” katanya.
Tidak sampai di situ saja, Burhanuddin Mahir juga mengingatkan rawannya status CPNS. Pemerintah memiliki hak penuh untuk tidak mengangkat CPNS menjadi PNS, apabila perbuatan CPNS tercela. Guna menghindari hal ini, bupati mengimbau supaya para CPNS disiplin.
Sebagai catatan, dari 346 CPNS yang lulus di Muarojambi, hanya 340 yang memperoleh nomor induk pegawai (NIP). Persoalan ini terjadi dikarenakan empat CPNS yang lulus tidak melapor. Sisanya, satu orang meninggal dunia dan satu orang lagi mengundurkan diri karena lulus di Departemen Kelautan.
Rekrutmen CPNS Muarojambi 2010 cukup merugikan Pemda Muarojambi. Pasalnya, kebutuhan formasi CPNS Muarojambi yang disetujui Menpan tidak terpenuhi seluruhnya. Jumlah formasi CPNS Muarojambi 2010 sebanyak 354 formasi. Namun, hanya 340 CPNS yang berhasil mendapat NIP. Artinya, sebanyak 14 CPNS tidak berhasil direkrut Pemda Muarojambi. Ref : (fes)-jambi independent
Diberdayakan oleh Blogger.